Penutupan Festival Kesenian Sleman di Desa Wisata Pulesari

SAM_2011Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Festival Kesenian Sleman (FKS) akan meramaikan gelaran anual itu dan akan bertempat di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman dan Lapangan Denggung pada 15 – 16 Juni 2013.Event yang digelar Sabtu (15/06) di Lapangan Denggung ini akan dimulai jam 15.00 yang selanjutnya bakal dimeriahkan oleh tari “Harya Penangsang Lena” dari Kecamatan Minggir, kirab budaya & potensi 17 kecamatan, penampilan aneka kesenian serta pentas langen carita oleh Sanggar sadewa dan pagelaran kethoprak.

Pada Minggunya (16/06), pukul 08.00 hingga 12.00 di Lapangan Denggung Sleman akan dipentaskan extravaganza dari BPPS, berbagai tarian oleh Sanggar Sakura dari Kecamatan Mlati, Sanggar Pradnyawidya dari Depok dan Sanggar Kinari Larasati dari Seyegan, Peksi Moi dan Dayakan dari Kecamatan Turi. Sedangkan pada sore dan malam harinya mulai pukul 14.30 di Desa Wisata Pentingsari dipentaskan kesenian tradisional jathilan, kesenian Klentingan dan karawitan dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi dilanjutkan dengan upacara penutupan serta pagelaran wayang kulit oleh dalang Ki Edy Suwondo.Penyerahan hadiah untuk para pemenang dilaksanakan Minggu (16/6) di Joglo “Dewi Pule” desa wisata Pulesari. Penyerahan hadiah disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi, MM mewakili Bupati Sleman.   Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Peninggalan Budaya dan Nilai Tradisi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Aji Wulantoro, SH, MH, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Edy Winarya, SSn, Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Dra. Shavitri Nurmala Dewi, MA beserta Muspika Kecamatan Turi.   Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir. AA Ayu Laksmidewi, MM, Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo, Msi mengatakan bahwa festival kesenian Sleman diharapkan benar-benar menjadi ajang peningkatan kualitas karya seni melalui kreatifitas dan inovasi para seniman dan pelaku seni di Kabupaten Sleman.

“Upaya pelestarian seni budaya membutuhkan partisipasi nyata dari masyarakat dalam bentuk rasa handarbeni dan semangat untuk terus nguri-uriseni dan budaya lokal,” ujar Sri Purnama.   Turut menyemarakkan penutupan Festival Kesenian Sleman 2013 adalah kesenian karawitan dari MTsN Tempel dan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalam Ki Edi Suwondo dengan lakon “Abimanyu Lahir”.

Pos ini dipublikasikan di News Desa Wisata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s