Bupati Badung Bali AA. Gde Agung ke Desa Wisata Pulesari

_DSC0038Saat kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Badung AA. Gde Agung ke Desa Wisata Pulesari di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masyarakat pengelola objek wisata memberikan hadiah sebuah tumpeng untuk ulang tahunya yang ke- 66 pada 25 Mei 2015. Bupati Gde Agung pun mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengelola Desa wisata, dan pemerintah setempat yang telah menyibukkan diri menyiapkan nasi tumpeng menyambut ulang tahunnya. “Saya bersama istri, anak, cucu belum sempat merayakan ulang tahun saya, karena pagi-pagi sekali saya sudah harus berangkat ke Bandara, jadi ini (tupeng-red) merupakan yang pertama merayakan ultah saya,” sebutnya.

Kehadiran Bupati Gde Agung ke Kabupaten Sleman, Yogyakarta bersama Sekda Badung Kompyang R. Swandika, Kabag Humas AA Gede Raka Yuda beserta sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Pariwisata, Disperindagkop dan UKM Badung, pelaku pariwisata, dan beberapa awak media, merupakan bagian dari Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Kabupaten Badung 2015 yang digelar Bagian Humas dan Protokol Pemkab Badung.

Bupati Badung bersama rombongan dituntun kangsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir. AA. Ayu Laksmi Dewi dan Camat Turi melihat pengelolaan Desa Wisata Pulesari, setelah sebelumnya menyempatkan diri bertemu Bupati Sleman, H. Sri Purnomo di Pendopo rumah jabatan Bupati Sleman.

Bupati Badung mengaku kagum melihat masyarakat Pulesari yang gigih mewujudkan desa wisata sehingga mampu menyerap ribuan wisatawan. “Saya kagum dengan masyarakat Pulesari yang mampu menerapkan prinsip community tourism, di mana 250 warganya dilibatkan. Pelaku pariwisata (di Badung -red) harus tahu, jangan belum apa-apa sudah berpikir komersial,” katanya.

Dia juga mengakui infrastrutur menuju desa wisata sudah tertata rapi. Atas dasar itulah, ia ingin belajar banyak bagaimana mengembangkan pariwisata yang bisa melibatkan semua unsur. Meski perkembangan pariwisata di Gumi Keris jauh berkembang, bahkan telah mampu mensubsidi kabupaten lain dalam mengembangkan sektor pariwisatanya.

“Pengelolaan pariwisata di sini tidak bisa disaingi. Bayangkan saja homes tay dijual Rp 25 ribu/malam, makan dan minum prasmanan Rp 15 ribu, jadi murah sekali, namun bukan murahan. Di Badung sendiri homes tay bisa dijual hingga Rp 250ribu/malam belum lagi biaya lainnya,” terangnya.

Untuk itu, Bupati Gde Agung berharap, pelaku pariwisata khususnya di Badung bisa mengadopsi upaya yang dilakukan masyarakat Pulesari dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Bupati juga menyempatkan diri melihat langsung salah satu home stay yang notabene merupakan rumah-rumah milik masyarakat setempat.

Sementara pengelola desa wisata, didik irwanto menerangkan, jika desa wisata yang terletak di lereng Gunung Merapi terkenal akan salak pondoh. Tujuan wisata alam ini didirikan dengan semangat kebersamaan, didasari niat, tekad dan ikhlas.

Pos ini dipublikasikan di News Desa Wisata. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s