LANDASAN

Peraturan Wisatawan :

a. Wisatawan dilarang merusak,mencoret-coret  fasilitas wisata dan mengotori
lingkungan Desa wisata
b. Wisatawan dilarang keras membawa,mengkonsumi obat-obatan terlarang dan
minum-minuman keras serta tindakan asusila.
c. Wisatawan dilarang membawa Senjata tajam.Alat peledak dan barang berbahaya
lainya yang dapat merugikan.
d. Wisatawan dilarang memetik buah-buahan yang ada tanpa sepengetahuan
pengelola wisata.
e. Wisatawan yang melanggar peraturan akan ditindak tegas oleh pengelola wisata
dan pihak yang berwenang.

Peraturan Masyarakat :
a. Semua masyarakat bertanggung jawab atas keutuhan fasilitas wisata yang
ada dengan merawat dan menjaga sebaik-baiknya.
b. Lima S kepada wisatawan (Senyum,Salam,Sapa,Sopan,Santun)
c. Dilarang menggangu kenyamanan pengunjung wisata
d. Tidak diperkenankan memanfaatkan wisatawan untuk kepentingan pribadi
tanpa ada kesepakatan bersama
e. Melakukan tindakan yang tegas kepada wisatawan yang melanggar
peraturan wisata

Kode Etik Pariwisata Dunia terdiri atas 10 (sepuluh) pasal:
1. Kontribusi kepariwisataan untuk membangun saling pengertian dan saling menghormati antar penduduk dan masyarakat,
2. Kepariwisataan sebagai media untuk memenuhi kebutuhan kualitas hidup baik secara perseorang maupun secara kolektif.
3. Kepariwisataan sebagai faktor pembangunan berkelanjutan.
4. Kepariwisataan sebagai pemakai warisan budaya kemanusiaan serta sebagai penyumbang pengembangan warisan budaya itu sendiri.
5. Kepariwisataan adalah kegiatan yang menguntungkan bagi masyarakat dan negara penerima wisatawan.
6. Kewajiban para pemangku kepentingan pembangunan kepariwisataan.
7. Hak dasar berwisata.
8. Kebebasan bergerak wisatawan.
9. Hak para pekerja dan pengusaha dalam industri pariwisata.
10. Pelaksanaan prinsip-prinsip Kode Etik Kepariwisataan Dunia.

UU No.10/2009 Tentang Kepariwisataan
Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang  disediakan masyarakat,pengusaha,Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Pasal 4
Kepariwisataan bertujuan untuk:
a. meningkatkan pertumbuhan ekonomi;
b. meningkatkan kesejahteraan rakyat;
c. menghapus kemiskinan;
d. mengatasi pengangguran;
e. melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya;
f. memajukan kebudayaan;
g. mengangkat citra bangsa;
h. memupuk rasa cinta tanah air;
i. memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa; dan
j. mempererat persahabatan antarbangsa.

Pasal 5

Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip:
a. Menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari
konsep hidup dalam keseimbangan hubungan antara manusia dan TuhanYang
Maha Esa, hubungan antara manusia dan sesama manusia, dan hubungan antara
manusia dan lingkungan;
b. menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya, dan kearifan lokal;
c. memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat,keadilan, kesetaraan,
dan  proporsionalitas;
d. memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup;
e. memberdayakan masyarakat setempat;
f. menjamin keterpaduan antarsektor, antardaerah,antara pusat dan daerah yang
merupakan satu kesatuan sistemik dalam kerangka otonomi daerah, serta
keterpaduan antar pemangku kepentingan;
g. mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan internasional dalam
bidang pariwisata; dan. memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s